Sekilas Buku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Revolusi dalam banyak pengertian umum adalah proses perubahan yang berlangsung cepat. Revolusi tidak hanya mengubah kultur, tapi juga diiringi dengan perubahan struktur. Sisi perubahan struktural sering lebih dominan dikedepankan ketika mendiskusikan kata revolusi, apalagi jika fokus pembicaraannya mengenai revolusi politik. Karenanya, revolusi politik sering berarti pemberontakan, pengambil-alihan kekuasaan secara paksa, dan keruntuhan sebuah rezim.

Dengan atau tanpa revolusi, perubahan jelas terus berlangsung. Karenanya revolusi sering kali hanyalah soal momentum. Ia sering kali hanya hadir sebaagai sebuah tanda. Sebuah tanda bahwa perubahan besar memang sudah dimulai, setelah perubahan itu sebenarnya terus berjalan-kendati mungkin lambat namun pasti. Karenanya sangat tidak arif jika mendiskusikan revolusi tanpa menghadirkan berjalannya perubahan berbagai hal secara evolutif, sebuah perubahan yang lebih dekat dengan gerak langkah perjalanan setahap demi setahap, setapak demi setapak, hingga akhirnya menemukan titik start untuk melompat menuju tangga perubahan berikutnya.

Deklarasi kemerdekaan dan mungkin juga kemenangan politik satu kelompok adalah sebuah momentum menuju tangga berikutnya yang sebenarnya sudah dimulai sejak lama dengan langgam perjalanan langkah sederhana, berjalan merayap, terus merambat tiada henti.

Buku ini melihat fenomena kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 dan kemenangan SBY dalam dua kali Pilpres sebagai sebuah momentum, sebuah tangga menuju tangga berikutnya. Buku ini mencoba menjelaskan bahwa sebenarnya telah dan tengah terjadi persiapan yang cukup lama dengan jalan merambat dan dengan detak langkah sederhana serta cenderung alamiah. Kemunculan Partai Demokrat dan kemenangan SBY dipandang sebagai sebuah simbol tengah terjadinya sebuah revolusi. Hanya saja revolusi itu berlangsung secara sunyi.

Menariknya, revolusi sunyi yang dimaksud oleh penulis, bukanlah operasi intelijen, namun sebuah gerak kerja keras dan bukti nyata kinerja yang baik sepanjang periode pemerintahan 2004-2009. Hal demikian merupakan modal penting bagi kemenangan Partai Demokrat dan SBY. Program-program seperti pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi, kesejahteraan dan program kesehatan, dan pelayanan gratis merupakan investasi politik yang telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum masa kampanye berlangsung.

Ada banyak perubahan mendasar atas kepercayaan rakyat Indonesia memberikan amanah kepada SBY sebagai Presiden dalam dua kali Pilpres. Dan tentunya ada banyak hal substansial yang sebenarnya telah meruntuhkan berbagai tesis, asumsi dan kepercayaan politik yang selama ini selalu dipercayai sebagai sebuah keniscayaan, sebagai sebuah kebenaran yang membatasi kehadiran pilihan alternatif analisis dan putusan lain, dari kepercayaan publik kepada Partai Demokrat.